asalamualaikum.wr.wb
hay, berjumpa lagi dengan saya dedy luqman.
kali ini saya akan memberikan materi tentang pelajaran IPS
tentang masuknya kerajaan pada massa hindhu budha, yang berbentuk makalah.
nah seperti ini contoh nya :


MASUKNYA KERAJAAN-KERAJAAN PADA MASA HINDU BUDHA
Makalah ini ditujukan untuk memenuhi salah satu tugas kelompok mata pelajaran ips

Ketua      :  DEDY LUQMAN  (1516.10.013)
                             Anggota :  TATA SHOLEH    (1516.10.032)
                                                 AZIZ M                 (1516.10.008)
                                                 RIKA                    (1516.10.028)
                                                ELISA                    (1516.10.018) 
                                                 SINTYA                 (1516.10.031)       

 

Image result for logo smk karya budi multimedia bandung
MULTIMEDIA
SMK KARYA BUDI
BANDUNG
2016













KERAJAAN KUTAI PADA MASA HINDU BUDHA .
      KATA PENGANTAR
Masuknya ajaran islam pada sekitar abad ke 12, melahirkan kerajaan – kerajaan bercocok islam yang ekspansionis, seperti samudra pasai di sumatra dan demak di jawa munculnya kerajaan kerajaan tersebut , secara perlahan lahan mengakiri kerajaan sriwijaya dan majapahit sekaligus menandai akhir dari era ini.
       
      PENDAHULUAN
Indonesia mulai berkembang pada zaman kerajaan hindu-budha berkat hubungan dagang dengan negara negara tetangga maupun yang lebih jauh seperti india, tiongkok dan wilayah timur tengah, agama hindu masuk ke indonesia di perkirakan awal tarikh masehi, dibawa oleh para musafir dari india antara lain :
Maha resi  agastya , yang di jawa terkenal dengan sebutan batarara guru atau dwipayana dan juga para musafir dari tiongkok yakni musafir budha pahyien.
Patut di syukuri bahwa kabupaten kutai karta negara memiliki latar belakang kebanggaan sejarah yang luar biasa yakni sebagai kerajaan tertua di indonesia . Dimana pada abad 4  telah berdiri kerajaan bercocok hindu india yang bernama kerajaan kutai malawarman atau lebih sering dikenal dengan kerajaan malawarman.
       
      RUMUSAN MASALAH
Pada puncak kerajaan nya , sriwijaya menguasai daerah sejauh jawa tengah dan kamboja .
Abad ke 14 juga menjadi saksi bangkitnya sebuah kerajaan hindu di jawa timur, majapahit .
Patih majapahit antara tahun 1331 hingga 1364 gajah mada . Berhasil memperoleh kekuasaan atas wilayah yang kini sebagai an besar nya adalah indonesia beserta hampir seluruh semenanjung melayu.
Warisan dari gajah mada termasuk kodifikasi hukum dan pembentukan kebudayaan jawa , seperti yang terlihat dalam wiracarita ramayana .
       
      TUJUAN DALAM HIDUP
v Memahammi kehidupan ekonomi di kerajaan kutai  dan TARUMANEGARA
v Memaham mi kehidupan sosial di kerajaan kutai dan tarumanegara
v Memahami kehidupan agama di kerajaan kutai dan taruma negara


     PENGERTIAN KERAJAAN KUTAI PADA MASA HINDU BUDHA
Letak kerajaan kutai yaitu tepat nya di kalimantan timur, adapun keterangan tentang keberadaan dari kerajaan ini telah diketahui atas di temukan nya 7 prasasti yang berbahasa sansekerta dan huruf palawa, yang berasal dari india,untuk penggunaan bahasa nya pada saat itu masyarakat kutai masih belum mempunyai bahasa yang baku dan huruf tersendiri.
Para ahli sejarah , memperkirakan bahwa prasasti atau yupa itu mulai ditulis pada sekitar tahun 400M , untuk perkiraan tersebut di dapat kan mengacu pada perbandingan dengan huruf yang sama dan memiliki usia yang telah ditemukan  di daerah
                                                          KESIMPULAN
Kutai adalah kerajaan bercocok hindu di nusantara yang memiliki bukti sejarah tertua,  berdiri sekitar  abad ke 4 kerajaan ini terletak di muara kaman.
Tepatnya di hulu sungai mahakam .
Nama kutai di berikan oleh para ahli mengambil dari nama tempat di temukan nya prasasti yang menunjukkan eksistensi kerajaan tersebut.
Tidak ada prasasti yang menyebutkan nama kerajaan ini dan memang sangat sedikit informasi yang di peroleh
















   KATA PENGANTAR
Setelah Singhasari jatuh, berdirilah Kerajaan Majapahit yang berpusat di Jawa Timur, antara abad ke-14 – ke-15 M. Berdirinya kerajaan ini sebenarnya sudah direncanakan oleh Kertarajasa Jayawaddhana (Raden Wijaya). Ia mempunyai tugas untuk melanjutkan kemegahan Singhasari yang saat itu sudah hampir runtuh. Saat itu dengan dibantu oleh Arya Wiraraja seorang penguasa Madura, Raden Wijaya membuka hutan di wilayah yang disebut dalam kitab Pararaton sebagai hutannya orang Trik.Desa itu dinamai Majapahit, yang namanya diambil dari buah maja, dan rasa “pahit” dari buah tersebut. Ketika pasukan Mongol tiba, Raden Wijaya bersekutu degan paasukan Mongol untuk bertempur melawan Jayakatwang. Setelah berhasil menjatuhkan Jayakatwang, Raden Wijaya berbalik menyerang pasukan Mongol sehingga memaksa mereka menarik pulang kembali pasukannya.
       
      PENDAHULUAN
      Kerajaan Majapahit penuh dengan intrik politik dari dalam kerajaan itu sendiri. Kondisi yang sama juga terjadi menjelang keruntuhan Majapahit. Masa pemerintahan Tribhuwanattunggadewi Jayawisnuwarddani adalah pembentuk kemegahan kerajaan. Tribhuwana berkuasa di Majapahit sampai kematian ibunya pada tahun 1350. Ia diteruskan oleh putranya, Hayam Wuruk. Pada masa Hayam Wuruk itulah Majapahit berada di puncak kejayaan. Hayam Wuruk disebut juga Rajasanegara. Ia memerintah Majapahit dari tahun 1350 hingga 1389.
      Pada masa pemerintahan Raja Hayam Wuruk dan Patih Gajah Mada, Majapahit mencapai Zaman keemasan. Wilayah kekuasaan Majapahit sangat luas, bahkan melebihi luas wilayah Republik Indonesia sekarang. Oleh karna itu, Muhammad yamin menyebut Majapahit dengan sebutan negara nasional kedua di Indonesia. Seluruh kepulauan di Indoneisa berada dibawah kekuasaan Majapahit. hal ini memang tidak dapat dilepaskan dan kegigihan Gajah Mada
       
      RUMUSAN MASALAH
      Pada masa pemerintahan Raden Wijaya mengalami pemberontakan yyang dilakukan oleh sahabat-sahabatnya yang pernah mendukung perjuangan dalam mendirikan Majapahit. Setelah Raden Wijaya wafat, ia digantikan oleh putranya Jayanegara. Jayanegara dikenal sebagai raja yang kurang bijaksana dan lebih suka bersenang-senang. Kondisi itulah yang menyebabkan pembantu-pembantunya melakukan pemberontakan.
      Di antara pemberontakan tersebut, yang dianggap paling berbahaya adalah pemberontak Kuti. Pada saat itu, pasukan Kuti berhasil menduduki ibu kota negara. Jayanegara terpaksa menyingkir ke Desa Badander di bawah perlindungan pasukan Bhayangkara pimpinan Gajah Mada. Gajah Mada kemudian menyusun startegi dan berhasil menghancurkan pasukan Kuti. Atas jasa-jasanya, Gajah Mada diangkat sebagai Patih Kahuripan (1319-1321) dan Patih Kediri (1322-1330).
       
       
      TUJUAN DALAM HIDUP
      . Berdirinya kerajaan ini sebenarnya sudah direncanakan oleh Kertarajasa Jayawaddhana (Raden Wijaya). Ia mempunyai tugas untuk melanjutkan kemegahan Singhasari yang saat itu sudah hampir runtuh. Saat itu dengan dibantu oleh Arya Wiraraja seorang penguasa Madura, Raden Wijaya membuka hutan di wilayah yang disebut dalam kitab Pararaton sebagai hutannya orang Trik.Desa itu dinamai Majapahit,

     PENGERTIAN KERAJAAN MAJAPAHIT PADA MASA HINDU BUDHA
Setelah Singhasari jatuh, berdirilah Kerajaan Majapahit yang berpusat di Jawa Timur, antara abad ke-14 – ke-15 M. Berdirinya kerajaan ini sebenarnya sudah direncanakan oleh Kertarajasa Jayawaddhana (Raden Wijaya). Ia mempunyai tugas untuk melanjutkan kemegahan Singhasari yang saat itu sudah hampir runtuh. Saat itu dengan dibantu oleh Arya Wiraraja seorang penguasa Madura, Raden Wijaya membuka hutan di wilayah yang disebut dalam kitab Pararaton sebagai hutannya orang Trik.Desa itu dinamai Majapahit, yang namanya diambil dari buah maja, dan rasa “pahit” dari buah tersebut. Ketika pasukan Mongol tiba, Raden Wijaya bersekutu degan paasukan Mongol untuk bertempur melawan Jayakatwang. Setelah berhasil menjatuhkan Jayakatwang, Raden Wijaya berbalik menyerang pasukan Mongol sehingga memaksa mereka menarik pulang kembali pasukannya.
Sumpah Palapa, ternyata benar-benar dilaksanakan. Dalam melaksanakan cita-citanya, Gajah Mada didukung oleh beberapa tokoh, misalnya Adityawarman dan Laksamana Nala. Di bawah pimpinan Laksamana nala Majapahit membentuk angkatan laut yang sangat kaut. Tugas utamanya adalah mengawasi seluruh perairan yang ada di Nusantara. Di bawah pemerintahan Hayam Wuruk, Majapahit mengalami kemajuan di berbagai bidang.
      
     KESIMPULAN
Kerajaan Majapahit penuh dengan intrik politik dari dalam kerajaan itu sendiri. Kondisi yang sama juga terjadi menjelang keruntuhan Majapahit. Masa pemerintahan Tribhuwanattunggadewi Jayawisnuwarddani adalah pembentuk kemegahan kerajaan. Tribhuwana berkuasa di Majapahit sampai kematian ibunya pada tahun 1350. Ia diteruskan oleh putranya, Hayam Wuruk. Pada masa Hayam Wuruk itulah Majapahit berada di puncak kejayaan. Hayam Wuruk disebut juga Rajasanegara. Ia memerintah Majapahit dari tahun 1350 hingga 1389


















KATA PENGANTAR KERAJAAN MATARAM KUNO
Pada pertengahan abad ke-8 di Jawa bagian tengah berdiri sebuah kerajaan baru. Kerajaan itu kita kenal dengan nama Kerajaan Mataram Kuno. Mengenai letak dan pusat Kerajaan Mataram Kuno tepatnya belum dapat dipastikan. Ada yang menyebutkan pusat kerajaan di Medang dan terletak di Poh Pitu. Sementara itu letak Poh Pitu sampai sekarang belum jelas. Keberadaan lokasi kerajaan itu dapat diterangkan berada di sekeliling pegunungan, dan sungai-sungai. Di sebelah utara terdapat Gunung Merapi, Merbabu, Sumbing, dan Sindoro; di sebelah barat terdapat Pegunungan Serayu; di sebelah timur terdapat Gunung Lawu, serta di sebelah selatan berdekatan dengan Laut Selatan dan Pegunungan Seribu. Sungai-sungai yang ada. misalnya sungai Bogowonto, Elo, Progo, Opak, dan bengawan Solo. Letak Poh Pitu mungkin di antara Kedu sampai sekitar Prambanan.
     PENDAHULUAN
      Sebelum Sanjaya berkuasa di Mataram Kuno, di jawa sudah berkuasa  seorang raja bernama Sanna. Menurut prasasti Canggal yang berangka tahun 732 M, diterangkan bahwa Raja Sanna telah digantikan oleh Sanjaya. Raja Sanjaya adalah putra Sanaha, saudara perempuan dari Sanna.
      Dalam prasasti Sojometro yang ditemukan di Desa Sojometro, Kabupaten Batang, disebut nama Dapunta Syailendra yang beragama Syiwa (Hindu). Diperkirakan Dapunta Syailendra berasal dari Sriwijaya dan menurunkan Dinasti Syailendra yang berkuasa di Jawa bagian tengah. Dalam hal ini Dapunta Sailendra diperkirakan yang menurunkan Sanna, sebagai raja di Jawa.


RUMUSAN MASALAH
Setelah kkekuasaan Penangkaran berakhir, timbul persoalan dalam keluarga Syailendra, karna adanya perpecahan antara anggota keluarga yang sudah memeluk agama Hindu (Syiwa). Hal ini menimbulkan perpecahan di dalam pemerintahan Kerajaan Mataram Kuno. Satu pemerintahan dipimpin oleh tokoh-tokoh kerabat istana yang menganut agama Hindu berkuasa di daerah Jawa di bagiian utara. Kemudian keluarga yang terdiri atas tokoh-tokoh yang beragama Buddha berkuasa di daerah Jawa bagian selatan.Keluarga Syailendra yang beragama Hindu meninggalkan bangunan-bangunan candi di Jawa bagian utara. Misalnya, candi-candi Kompleks Pegunungan Dieng (Candi Dieng) dan Kompleks Candi Gedongsongo. Kompleks Candi Dieng memakai nama-nama tokoh wayang seperti Candi Bima, Puntadewa, Arjuna, dan Semar.

     TUJUAN DALAM HIDUP
Sanjaya tampil memerintah Kerajaan Mataram Kuno pada tahun 717-780 M. Ia melanjutkan kekuasaan Sanna. Sanjaya kemudian melakukan penaklukan terhadap raja-raja kecil bekas bawahan Sanna yang melepaskan diri. Setelah itu, pada tahun 732 M Raja Sanjaya mendirikan bangunan suci sebagai tempat pemujaan. Bangunan ini berupa lingga dan berada di atas  gunung Wukir (Bukit Stirangga). Bangunan suci itu merupakan lambang keberhasilan Sanjaya dalam menaklukknan raja-raja lain.



PENGERTIAN KERAJAAN MATARAM KUNO PADA MASA HINDU BUDHA
Sanjaya tampil memerintah Kerajaan Mataram Kuno pada tahun 717-780 M. Ia melanjutkan kekuasaan Sanna. Sanjaya kemudian melakukan penaklukan terhadap raja-raja kecil bekas bawahan Sanna yang melepaskan diri. Setelah itu, pada tahun 732 M Raja Sanjaya mendirikan bangunan suci sebagai tempat pemujaan. Bangunan ini berupa lingga dan berada di atas  gunung Wukir (Bukit Stirangga). Bangunan suci itu merupakan lambang keberhasilan Sanjaya dalam menaklukknan raja-raja lain.

      KESIMPULAN
      Sementara yang beragama Buddha meninggalkan candi-candi seperti  Candi Ngawen, Mendut, Pawon dan Borobudur. Candi Borobudur diperkirakan mulai di bangun oleh Samaratungga pada tahun 824 M. Pembangunan kemudian dilanjutkan pada zaman Pramudawardani dan Pikatan.
      Perpecahan di dalam keluarga Syailendra tidak berlangsung lama. Keluarga itu akhirnya bersatu kembali. Hal ini ditandai dengan perkawinan Rakai Pikatan dan keluarga yang beragama Hindu dengan Pramudawardani, putri dari Samaratungga. Perkawinan itu terjadi pada tahun 832 M. Setelah itu, Dinasti Syailendra bersatu kembali di bawah pemerintahan Raja Pikatan.

























      KATA PENGANTAR KERAJAAN TARUMA NEGARA
Purnawarman adalah raja terkenal dari Tarumanegara. Perlu kamu pahami bahwa setelah Kerajaan ini terletak tidak jauh dari pantai utara Jawa bagian barat. Berdasarkan prasasti-prasasti yang ditemukan pusat Kerajaan Tarumanegara diperkirakan berada di antara Sungai Citarum dan Cisadane.
. Kalau mengingat namanya Tarumanegara, dan kata taruma mungkin berkaitan dengan kata “tarum” yang artinya nila. Kata “tarum” dipakai sebagai nama sebuah sungai di Jawa Barat, yakni Sungai Citarum. Mungkin juga letak Tarumanegara dekat dengan aliran Sungai Citarum,. Kemudian bedasarkan Prasasti Tugu.


PENDAHULUAN
Purbacaraka memperkirakan pusatnya da di daerah Bekasi.
Sumber sejarah Tarumanegara yang utama adalah beberapa prasasti yang telah ditentikan. Berkaitan dengan perkembangan Kerajaan Tarumanegara, telah ditemukan tujuh buah prasasti. Prasasti-prasasti itu berhuruf pallawa dan berbahasa sansekerta.
Inspirasi yang dikeluarkan oleh Purnawarman ini ditemukan di Kampung batutumbuh, Desa Tugu, dekat Tanjungpriuk, Jakarta. Ditulis dalam lima baris tulisan beraksara pallawa dan bahasa sanskerta.
     RUMUSAN MASALAH
Dalam kehidupan agama, sebagian besar masyarakat Tarumanegara memeluk agama Hindu. Sedikt yang teragama Budha dan masih ada mempertahankan agama nenek moyang (animisme). berdasarkan berita dari Fa-Hein, di To-lo-mo (Tarumanegara) terdapat tiga agama, yakni agama Hindu, agama, Budha dan kepercayaan animism.

TUJUAN DALAM HIDUP
Rakyat Tarumanagara hidup aman dan tentram. pertanian merupakan mata pencaharian pokok. Disamping itu, perdagangan juga berkembang. kerajaan Tarumanegara mengadakan hubungan dagang dengan Cina dan India.
Untuk memajukan bidang pertanian, raja memerintahkan pembangunan irigasi dengan cara menggali sebuah saluran sepanjang 6112 tumbak (11 km). saluran itu disebut denga Sungai Gomati. Saluran itu selain berfungsi sebagai irigasi juga untuk mencegah bahaya banjir.






PENGERTIAN KERAJAAN TARUMA NEGARA PADA MASA HINDU BUDHA
ADA BEBERAPA PENINGGALAN PRASASTI DI KERAJAAN TARUMA NEGARA, YAKNI SEBAGAI BERIKUT :
Prasasti Tugu
      Inspirasi yang dikeluarkan oleh Purnawarman ini ditemukan di Kampung batutumbuh, Desa Tugu, dekat Tanjungpriuk, Jakarta. Ditulis dalam lima baris tulisan beraksara pallawa dan bahasa sanskerta. Inspirasi tersebut isinya sebagai berikut:
      “Dulu (kali yang bernama) Candrabhaga telah digali oleh maharaja yang mulia dan mempunyai lengan kencang dan kuat, (yakni Raja Purnawarman), untuk mengalirkannya ke laut, setelah (kali ini) sampai di istana kerajaan yang termashur.Pada tahun ke-22 dari tahta Yang MUlia Raja Purnawarman yang terkilauan-kilauan karna kepandaian dan kebijaksanaannya serta menjadi panji-panji segala raja, (makna sekarang) beliau memerintahkan pula mmenggali kali yang permai dan berair jernih, Gomati namanya, setelah kali itu mengalir di tengah-tengah tanah kediaman Yang Mulia Sang Pendeta Nenekda (Sang Purnawarman). pekerjaan ini dimulai pada hari yang baik, tnaggal delapan paruh gelap bulan Phalguna dan selesai pada tanggal 13 paroh tengah bulan Caitra, jadi hanya dalam 21 hari saja, sedang galian itu panjangnya 6.122 busur(11 km). Selamatan baginya dilakukan oleh brahmana disertai persembahan 1.000 ekor sapi”.


Prasasti Ciaruteun
Prasasti ini ditemukan di kampung Muara, Desa Ciaruteun Hilir, Cibungbulang, Bogor. Prasasti terdiri atas dua bagian, yaitu Inskripsi A yang dipahatkan dalam empat baris tulisan beraksara pallawa dan bahasa sanskerta, dan Inskripsi B yang tediri dari satu baris tulisan yang belum dapat dibaca denga jelas. Inspirasi ini disertai pula gambar sepasang telapak kaki. Inskripsi A isinya sebagai berikut:
“Ini “Berkas” dua kaki, yang sseperti kaki Dewa Wisnu, ialah kaki Yang Mulia Sang Purnawarman, raja di negri Taruma, raja yang gagah berani di dunia” Toko Untuk Anda
Beberapa sarjana telah berusaha membaca  inskripsi B, namun hasilnya belum memuaskan. Inskripsi B ini dibaca oleh J.L.A Brandes sebagai Cri Tji Aroe? Eun waca (Cri Ciaruteun wasa), sedangkan H. Kern membacanya Purnavarmma-padam yang berarti “telapak kaki Purmawarman”.


Prasasti Kebon Kopi
Prasasti ini ditemukan di Kampung Muara, Desa Ciaruetun Hilir, Cibungbulang, Bogor. Prasatinya dipahatkan dalam satu baris yang diapit oleh dua bauh pahatan telapak kaki gajah.  Isinya sebagai berikut:
“Disini tampak tampak sepasang telapak kaki….
yang seperti (telapak kaki) Airawata, gajah penguasa Taruma (yang) agung dalam….
dan kejayaan”.






Prasasti Muara Cianten
terletak dimuara Kali Cianten, Kampung Muara, Desa Ciarteun Hilir, CIbungbulan, Bogor. Inskripsi ini belum dapat dibaca. Inskripsi ini dipahatkan dalam bentuk “aksara” yang menyerupai selur-seluran, dan oleh para ahli sisebut aksara ikal.


Prasasti Jambu (Pasir Koleangkak)
Terletak di sebuah bukit (pasir) Koleangkak, Desa parakan Muncang, Nanggung, Bogor. Inskripsinya dituliskan dalam dua baris tulisan dengan aksara pallawa dan bahasa sanskerta. Isinya sebagai berikut:
“Gajah, mengagumkan dan jujur terhadap tugasnya, adalah pimpinan manusia yang tiada taranya, yang termashur Sri Purnawarman, yang sekali waktu (memerintah) di Tarumanegara dan yang baju zirahna yang terkenal tiada dapat ditembus senjata musuh. Ini adalah sepasang telapak kakinya, yang senangtiasa berhasil menggempur musuh, hormat kepada para pangeran, tetapi merupakan duri dalam daging musuh-musuhnya.


Prasasti Cidanghiang (Lebak)
teletak di tepi kali Cidanghiang, Desa Lebak, Munjul, Banten Selatan. Dituliskan dalam dua baris tulisan beraksara pallawa dan bahasa sansekerta.. Isinya sebagai berikut:
“Inilah “tanda” keperwiraan, keagungan, dan keberanian yang sesungguhnya dari raja Dunia, Yang Mulia Purnawarman, yang menjadi panji sekalian raja-raja”.

Prasasti Pasir Awi
Inskripsi ini terdapat di dalam sebuah bukit bernama Pasir Awi, di kawasan perbukitan Desa Sukamakmur, jonggol, Bogor, Inskripsi prasasti ini tidak dapat dibaca karna inskripsi ini lebih berupa gambar (piktograf) dari pada tulisan. Di bagian atas inskripsi terdapat sepasang telapak kaki.

     KESIMPULAN
Kerajaan Tarumanegara mulai berkembang pada abad ke-5 M. Raja yang sangat terkenal adalah Purnawarman. Ia di kenal sebagai raja yang gagah berani dan tegas. Ia juga dekat dengan para brahmana, pangeran, dan rakyat. Ia raja yang jujur, adil, dan arif dalam memerintah. Daerahnya cukup luas sampai kedaerah Banten. Kerajaan Tarumanegara telah menjalin hubungan dengan kerajaan lain, misalnya dengan Cina.

     PENUTUP
Kembali anda telah menyelesaikan modul!! Selamat untuk usaha anda , anda tentunya telah mendapatkan pemahaman dan pengertian yang mendalam dari bahas modul ini , semangat jika sekiranya anda belum benar paham cobalah baca kembali secara  berulang – ulang, anda juga dapat berdiskusi dengan teman, atau membaca buku sumber lain, boleh juga bertanya kepada guru anda . Semangat untuk andasemoga hasil dan usaha kalianbelajar akan membawa kalian sukses. amin  


cukup sekian materi yang saya berikan kepada kalian semua, semoga bermanfaat.
wabilahitaufik walhidayah,  
wasalamualaikum.wr.wb












MzDedy. Diberdayakan oleh Blogger.