asalamualaikum.wr.wb
hay, berjumpa lagi dengan saya dedy luqman.
kali ini saya akan memberikan materi tentang pelajaran IPS
tentang masuknya kerajaan pada massa hindhu budha, yang berbentuk makalah.
nah seperti ini contoh nya :
MASUKNYA KERAJAAN-KERAJAAN PADA MASA HINDU BUDHA
Makalah ini ditujukan untuk memenuhi salah satu tugas kelompok mata pelajaran ips
Makalah ini ditujukan untuk memenuhi salah satu tugas kelompok mata pelajaran ips
Ketua : DEDY LUQMAN (1516.10.013)
Anggota : TATA
SHOLEH (1516.10.032)
AZIZ M (1516.10.008)
RIKA (1516.10.028)
ELISA (1516.10.018)
SINTYA (1516.10.031)
MULTIMEDIA
SMK KARYA BUDI
BANDUNG
2016
KERAJAAN
KUTAI PADA MASA HINDU BUDHA .
• KATA
PENGANTAR
Masuknya ajaran islam pada sekitar abad ke 12,
melahirkan kerajaan – kerajaan bercocok islam yang ekspansionis, seperti
samudra pasai di sumatra dan demak di jawa munculnya kerajaan kerajaan tersebut
, secara perlahan lahan mengakiri kerajaan sriwijaya dan majapahit sekaligus
menandai akhir dari era ini.
•
•
PENDAHULUAN
Indonesia mulai
berkembang pada zaman kerajaan hindu-budha berkat hubungan dagang dengan negara
negara tetangga maupun yang lebih jauh seperti india, tiongkok dan wilayah
timur tengah, agama hindu masuk ke indonesia di perkirakan awal tarikh masehi,
dibawa oleh para musafir dari india antara lain :
Maha resi agastya , yang di jawa terkenal dengan
sebutan batarara guru atau dwipayana dan juga para musafir dari tiongkok yakni
musafir budha pahyien.
Patut di syukuri
bahwa kabupaten kutai karta negara memiliki latar belakang kebanggaan sejarah
yang luar biasa yakni sebagai kerajaan tertua di indonesia . Dimana pada abad
4 telah berdiri kerajaan bercocok hindu
india yang bernama kerajaan kutai malawarman atau lebih sering dikenal dengan
kerajaan malawarman.
•
•
RUMUSAN MASALAH
Pada puncak kerajaan
nya , sriwijaya menguasai daerah sejauh jawa tengah dan kamboja .
Abad ke 14 juga
menjadi saksi bangkitnya sebuah kerajaan hindu di jawa timur, majapahit .
Patih majapahit
antara tahun 1331 hingga 1364 gajah mada . Berhasil memperoleh kekuasaan atas
wilayah yang kini sebagai an besar nya adalah indonesia beserta hampir seluruh
semenanjung melayu.
Warisan dari gajah
mada termasuk kodifikasi hukum dan pembentukan kebudayaan jawa , seperti yang
terlihat dalam wiracarita ramayana .
•
•
TUJUAN DALAM
HIDUP
v Memahammi
kehidupan ekonomi di kerajaan kutai dan
TARUMANEGARA
v Memaham mi
kehidupan sosial di kerajaan kutai dan tarumanegara
v Memahami
kehidupan agama di kerajaan kutai dan taruma negara
• PENGERTIAN
KERAJAAN KUTAI PADA MASA HINDU BUDHA
Letak kerajaan kutai yaitu tepat nya di
kalimantan timur, adapun keterangan tentang keberadaan dari kerajaan ini telah
diketahui atas di temukan nya 7 prasasti yang berbahasa sansekerta dan huruf
palawa, yang berasal dari india,untuk penggunaan bahasa nya pada saat itu
masyarakat kutai masih belum mempunyai bahasa yang baku dan huruf tersendiri.
Para ahli sejarah , memperkirakan bahwa prasasti atau yupa itu mulai
ditulis pada sekitar tahun 400M , untuk perkiraan tersebut di dapat kan mengacu
pada perbandingan dengan huruf yang sama dan memiliki usia yang telah ditemukan di daerah
KESIMPULAN
Kutai adalah kerajaan bercocok hindu di nusantara yang
memiliki bukti sejarah tertua, berdiri
sekitar abad ke 4 kerajaan ini terletak
di muara kaman.
Tepatnya di hulu sungai mahakam .
Nama kutai di berikan oleh para ahli mengambil
dari nama tempat di temukan nya prasasti yang menunjukkan eksistensi kerajaan
tersebut.
Tidak ada prasasti yang menyebutkan nama
kerajaan ini dan memang sangat sedikit informasi yang di peroleh
• KATA PENGANTAR
Setelah Singhasari jatuh,
berdirilah Kerajaan Majapahit yang berpusat di Jawa Timur, antara abad ke-14 –
ke-15 M. Berdirinya kerajaan ini sebenarnya sudah direncanakan oleh Kertarajasa
Jayawaddhana (Raden Wijaya). Ia mempunyai tugas untuk melanjutkan kemegahan
Singhasari yang saat itu sudah hampir runtuh. Saat itu dengan dibantu oleh Arya
Wiraraja seorang penguasa Madura, Raden Wijaya membuka hutan di wilayah yang
disebut dalam kitab Pararaton sebagai hutannya orang Trik.Desa itu dinamai
Majapahit, yang namanya diambil dari buah maja, dan rasa “pahit” dari buah
tersebut. Ketika pasukan Mongol tiba, Raden Wijaya bersekutu degan paasukan
Mongol untuk bertempur melawan Jayakatwang. Setelah berhasil menjatuhkan
Jayakatwang, Raden Wijaya berbalik menyerang pasukan Mongol sehingga memaksa
mereka menarik pulang kembali pasukannya.
•
•
PENDAHULUAN
•
Kerajaan Majapahit penuh dengan
intrik politik dari dalam kerajaan itu sendiri. Kondisi yang sama juga terjadi
menjelang keruntuhan Majapahit. Masa pemerintahan Tribhuwanattunggadewi
Jayawisnuwarddani adalah pembentuk kemegahan kerajaan. Tribhuwana berkuasa di
Majapahit sampai kematian ibunya pada tahun 1350. Ia diteruskan oleh putranya,
Hayam Wuruk. Pada masa Hayam Wuruk itulah Majapahit berada di puncak kejayaan.
Hayam Wuruk disebut juga Rajasanegara. Ia memerintah Majapahit dari tahun 1350
hingga 1389.
•
Pada masa pemerintahan Raja Hayam
Wuruk dan Patih Gajah Mada, Majapahit mencapai Zaman keemasan. Wilayah
kekuasaan Majapahit sangat luas, bahkan melebihi luas wilayah Republik
Indonesia sekarang. Oleh karna itu, Muhammad yamin menyebut Majapahit dengan
sebutan negara nasional kedua di Indonesia. Seluruh kepulauan di Indoneisa
berada dibawah kekuasaan Majapahit. hal ini memang tidak dapat dilepaskan dan
kegigihan Gajah Mada
•
•
RUMUSAN MASALAH
•
Pada masa pemerintahan Raden Wijaya mengalami pemberontakan yyang
dilakukan oleh sahabat-sahabatnya yang pernah mendukung perjuangan dalam
mendirikan Majapahit. Setelah Raden Wijaya wafat, ia digantikan oleh putranya
Jayanegara. Jayanegara dikenal sebagai raja yang kurang bijaksana dan lebih
suka bersenang-senang. Kondisi itulah yang menyebabkan pembantu-pembantunya
melakukan pemberontakan.
•
Di antara pemberontakan tersebut, yang dianggap paling berbahaya adalah
pemberontak Kuti. Pada saat itu, pasukan Kuti berhasil menduduki ibu kota
negara. Jayanegara terpaksa menyingkir ke Desa Badander di bawah perlindungan
pasukan Bhayangkara pimpinan Gajah Mada. Gajah Mada kemudian menyusun startegi
dan berhasil menghancurkan pasukan Kuti. Atas jasa-jasanya, Gajah Mada diangkat
sebagai Patih Kahuripan (1319-1321) dan Patih Kediri (1322-1330).
•
•
•
TUJUAN DALAM HIDUP
•
. Berdirinya kerajaan ini sebenarnya sudah direncanakan oleh
Kertarajasa Jayawaddhana (Raden Wijaya). Ia mempunyai tugas untuk melanjutkan
kemegahan Singhasari yang saat itu sudah hampir runtuh. Saat itu dengan dibantu
oleh Arya Wiraraja seorang penguasa Madura, Raden Wijaya membuka hutan di
wilayah yang disebut dalam kitab Pararaton sebagai hutannya orang Trik.Desa itu
dinamai Majapahit,
•
PENGERTIAN KERAJAAN MAJAPAHIT
PADA MASA HINDU BUDHA
Setelah Singhasari jatuh, berdirilah Kerajaan
Majapahit yang berpusat di Jawa Timur, antara abad ke-14 – ke-15 M. Berdirinya
kerajaan ini sebenarnya sudah direncanakan oleh Kertarajasa Jayawaddhana (Raden
Wijaya). Ia mempunyai tugas untuk melanjutkan kemegahan Singhasari yang saat
itu sudah hampir runtuh. Saat itu dengan dibantu oleh Arya Wiraraja seorang
penguasa Madura, Raden Wijaya membuka hutan di wilayah yang disebut dalam kitab
Pararaton sebagai hutannya orang Trik.Desa itu dinamai Majapahit, yang namanya
diambil dari buah maja, dan rasa “pahit” dari buah tersebut. Ketika pasukan
Mongol tiba, Raden Wijaya bersekutu degan paasukan Mongol untuk bertempur
melawan Jayakatwang. Setelah berhasil menjatuhkan Jayakatwang, Raden Wijaya
berbalik menyerang pasukan Mongol sehingga memaksa mereka menarik pulang
kembali pasukannya.
Sumpah Palapa, ternyata
benar-benar dilaksanakan. Dalam melaksanakan cita-citanya, Gajah Mada didukung
oleh beberapa tokoh, misalnya Adityawarman dan Laksamana Nala. Di bawah
pimpinan Laksamana nala Majapahit membentuk angkatan laut yang sangat kaut.
Tugas utamanya adalah mengawasi seluruh perairan yang ada di Nusantara. Di
bawah pemerintahan Hayam Wuruk, Majapahit mengalami kemajuan di berbagai
bidang.
•
•
KESIMPULAN
Kerajaan Majapahit
penuh dengan intrik politik dari dalam kerajaan itu sendiri. Kondisi yang sama
juga terjadi menjelang keruntuhan Majapahit. Masa pemerintahan
Tribhuwanattunggadewi Jayawisnuwarddani adalah pembentuk kemegahan kerajaan.
Tribhuwana berkuasa di Majapahit sampai kematian ibunya pada tahun 1350. Ia
diteruskan oleh putranya, Hayam Wuruk. Pada masa Hayam Wuruk itulah Majapahit
berada di puncak kejayaan. Hayam Wuruk disebut juga Rajasanegara. Ia memerintah
Majapahit dari tahun 1350 hingga 1389
KATA PENGANTAR KERAJAAN MATARAM KUNO
Pada pertengahan abad
ke-8 di Jawa bagian tengah berdiri sebuah kerajaan baru. Kerajaan itu kita
kenal dengan nama Kerajaan Mataram Kuno. Mengenai letak dan pusat Kerajaan
Mataram Kuno tepatnya belum dapat dipastikan. Ada yang menyebutkan pusat
kerajaan di Medang dan terletak di Poh Pitu. Sementara itu letak Poh Pitu
sampai sekarang belum jelas. Keberadaan lokasi kerajaan itu dapat diterangkan
berada di sekeliling pegunungan, dan sungai-sungai. Di sebelah utara terdapat
Gunung Merapi, Merbabu, Sumbing, dan Sindoro; di sebelah barat terdapat
Pegunungan Serayu; di sebelah timur terdapat Gunung Lawu, serta di sebelah
selatan berdekatan dengan Laut Selatan dan Pegunungan Seribu. Sungai-sungai
yang ada. misalnya sungai Bogowonto, Elo, Progo, Opak, dan bengawan Solo. Letak
Poh Pitu mungkin di antara Kedu sampai sekitar Prambanan.
•
PENDAHULUAN
•
Sebelum Sanjaya berkuasa di
Mataram Kuno, di jawa sudah berkuasa seorang raja bernama Sanna. Menurut
prasasti Canggal yang berangka tahun 732 M, diterangkan bahwa Raja Sanna telah
digantikan oleh Sanjaya. Raja Sanjaya adalah putra Sanaha, saudara perempuan
dari Sanna.
•
Dalam prasasti Sojometro yang
ditemukan di Desa Sojometro, Kabupaten Batang, disebut nama Dapunta Syailendra
yang beragama Syiwa (Hindu). Diperkirakan Dapunta Syailendra berasal dari
Sriwijaya dan menurunkan Dinasti Syailendra yang berkuasa di Jawa bagian
tengah. Dalam hal ini Dapunta Sailendra diperkirakan yang menurunkan Sanna,
sebagai raja di Jawa.
RUMUSAN MASALAH
Setelah kkekuasaan
Penangkaran berakhir, timbul persoalan dalam keluarga Syailendra, karna adanya
perpecahan antara anggota keluarga yang sudah memeluk agama Hindu (Syiwa). Hal
ini menimbulkan perpecahan di dalam pemerintahan Kerajaan Mataram Kuno. Satu
pemerintahan dipimpin oleh tokoh-tokoh kerabat istana yang menganut agama Hindu
berkuasa di daerah Jawa di bagiian utara. Kemudian keluarga yang terdiri atas
tokoh-tokoh yang beragama Buddha berkuasa di daerah Jawa bagian
selatan.Keluarga Syailendra yang beragama Hindu meninggalkan bangunan-bangunan
candi di Jawa bagian utara. Misalnya, candi-candi Kompleks Pegunungan Dieng
(Candi Dieng) dan Kompleks Candi Gedongsongo. Kompleks Candi Dieng memakai
nama-nama tokoh wayang seperti Candi Bima, Puntadewa, Arjuna, dan Semar.
•
TUJUAN DALAM
HIDUP
Sanjaya tampil
memerintah Kerajaan Mataram Kuno pada tahun 717-780 M. Ia melanjutkan kekuasaan
Sanna. Sanjaya kemudian melakukan penaklukan terhadap raja-raja kecil bekas
bawahan Sanna yang melepaskan diri. Setelah itu, pada tahun 732 M Raja Sanjaya
mendirikan bangunan suci sebagai tempat pemujaan. Bangunan ini berupa lingga
dan berada di atas gunung Wukir (Bukit Stirangga). Bangunan suci itu
merupakan lambang keberhasilan Sanjaya dalam menaklukknan raja-raja lain.
PENGERTIAN KERAJAAN MATARAM KUNO PADA MASA HINDU BUDHA
Sanjaya tampil
memerintah Kerajaan Mataram Kuno pada tahun 717-780 M. Ia melanjutkan kekuasaan
Sanna. Sanjaya kemudian melakukan penaklukan terhadap raja-raja kecil bekas
bawahan Sanna yang melepaskan diri. Setelah itu, pada tahun 732 M Raja Sanjaya
mendirikan bangunan suci sebagai tempat pemujaan. Bangunan ini berupa lingga
dan berada di atas gunung Wukir (Bukit Stirangga). Bangunan suci itu
merupakan lambang keberhasilan Sanjaya dalam menaklukknan raja-raja lain.
•
KESIMPULAN
•
Sementara yang beragama Buddha
meninggalkan candi-candi seperti Candi Ngawen, Mendut, Pawon dan
Borobudur. Candi Borobudur diperkirakan
mulai di bangun oleh Samaratungga pada tahun 824 M. Pembangunan kemudian
dilanjutkan pada zaman Pramudawardani dan Pikatan.
•
Perpecahan di dalam keluarga
Syailendra tidak berlangsung lama. Keluarga itu akhirnya bersatu kembali. Hal
ini ditandai dengan perkawinan Rakai Pikatan dan keluarga yang beragama Hindu
dengan Pramudawardani, putri dari Samaratungga. Perkawinan itu terjadi pada
tahun 832 M. Setelah itu, Dinasti Syailendra bersatu kembali di bawah pemerintahan
Raja Pikatan.
•
KATA PENGANTAR KERAJAAN
TARUMA NEGARA
Purnawarman adalah
raja terkenal dari Tarumanegara. Perlu kamu pahami bahwa setelah Kerajaan ini
terletak tidak jauh dari pantai utara Jawa bagian barat. Berdasarkan prasasti-prasasti
yang ditemukan pusat Kerajaan Tarumanegara diperkirakan berada di antara Sungai
Citarum dan Cisadane.
. Kalau mengingat namanya Tarumanegara, dan
kata taruma mungkin berkaitan dengan kata “tarum” yang artinya nila. Kata “tarum”
dipakai sebagai nama sebuah sungai di Jawa Barat, yakni Sungai Citarum. Mungkin
juga letak Tarumanegara dekat dengan aliran Sungai Citarum,. Kemudian
bedasarkan Prasasti Tugu.
PENDAHULUAN
Purbacaraka memperkirakan pusatnya da di daerah Bekasi.
Sumber sejarah Tarumanegara yang utama adalah beberapa
prasasti yang telah ditentikan. Berkaitan dengan perkembangan Kerajaan
Tarumanegara, telah ditemukan tujuh buah prasasti. Prasasti-prasasti itu
berhuruf pallawa dan berbahasa sansekerta.
Inspirasi yang dikeluarkan oleh Purnawarman ini
ditemukan di Kampung batutumbuh, Desa Tugu, dekat Tanjungpriuk, Jakarta.
Ditulis dalam lima baris tulisan beraksara pallawa dan bahasa sanskerta.
•
RUMUSAN MASALAH
Dalam kehidupan
agama, sebagian besar masyarakat Tarumanegara memeluk agama Hindu. Sedikt yang
teragama Budha dan masih ada mempertahankan agama nenek moyang (animisme).
berdasarkan berita dari Fa-Hein, di To-lo-mo (Tarumanegara) terdapat tiga
agama, yakni agama Hindu, agama, Budha dan kepercayaan animism.
TUJUAN DALAM
HIDUP
Rakyat Tarumanagara
hidup aman dan tentram. pertanian merupakan mata pencaharian pokok. Disamping
itu, perdagangan juga berkembang. kerajaan Tarumanegara mengadakan hubungan
dagang dengan Cina dan India.
Untuk memajukan
bidang pertanian, raja memerintahkan pembangunan irigasi dengan cara menggali
sebuah saluran sepanjang 6112 tumbak (11 km). saluran itu disebut denga Sungai
Gomati. Saluran itu selain berfungsi sebagai irigasi juga untuk mencegah bahaya
banjir.
PENGERTIAN KERAJAAN TARUMA NEGARA PADA MASA HINDU BUDHA
ADA BEBERAPA
PENINGGALAN PRASASTI DI KERAJAAN TARUMA NEGARA, YAKNI SEBAGAI BERIKUT :
Prasasti Tugu
•
Inspirasi yang dikeluarkan oleh
Purnawarman ini ditemukan di Kampung batutumbuh, Desa Tugu, dekat Tanjungpriuk,
Jakarta. Ditulis dalam lima baris tulisan beraksara pallawa dan bahasa
sanskerta. Inspirasi tersebut isinya sebagai berikut:
• “Dulu (kali yang bernama) Candrabhaga telah digali oleh maharaja
yang mulia dan mempunyai lengan kencang dan kuat, (yakni Raja Purnawarman),
untuk mengalirkannya ke laut, setelah (kali ini) sampai di istana kerajaan yang
termashur.Pada tahun ke-22 dari tahta Yang MUlia Raja Purnawarman yang
terkilauan-kilauan karna kepandaian dan kebijaksanaannya serta menjadi
panji-panji segala raja, (makna sekarang) beliau memerintahkan pula mmenggali
kali yang permai dan berair jernih, Gomati namanya, setelah kali itu mengalir
di tengah-tengah tanah kediaman Yang Mulia Sang Pendeta Nenekda (Sang
Purnawarman). pekerjaan ini dimulai pada hari yang baik, tnaggal delapan paruh
gelap bulan Phalguna dan selesai pada tanggal 13 paroh tengah bulan Caitra,
jadi hanya dalam 21 hari saja, sedang galian itu panjangnya 6.122 busur(11 km).
Selamatan baginya dilakukan oleh brahmana disertai persembahan 1.000 ekor sapi”.
Prasasti
Ciaruteun
Prasasti ini ditemukan di
kampung Muara, Desa Ciaruteun Hilir, Cibungbulang, Bogor. Prasasti terdiri atas
dua bagian, yaitu Inskripsi A yang dipahatkan dalam empat baris tulisan
beraksara pallawa dan bahasa sanskerta,
dan Inskripsi B yang tediri dari satu baris tulisan yang belum dapat dibaca
denga jelas. Inspirasi ini disertai pula gambar sepasang telapak kaki.
Inskripsi A isinya sebagai berikut:
“Ini “Berkas” dua kaki, yang
sseperti kaki Dewa Wisnu, ialah kaki Yang Mulia Sang Purnawarman, raja di negri
Taruma, raja yang gagah berani di dunia” Toko Untuk Anda
Beberapa sarjana telah
berusaha membaca inskripsi B, namun hasilnya belum memuaskan. Inskripsi B
ini dibaca oleh J.L.A Brandes sebagai Cri Tji Aroe? Eun waca (Cri Ciaruteun
wasa), sedangkan H. Kern membacanya Purnavarmma-padam yang berarti “telapak
kaki Purmawarman”.
Prasasti
Kebon Kopi
Prasasti ini ditemukan di
Kampung Muara, Desa Ciaruetun Hilir, Cibungbulang, Bogor. Prasatinya dipahatkan
dalam satu baris yang diapit oleh dua bauh pahatan telapak kaki gajah.
Isinya sebagai berikut:
“Disini tampak tampak sepasang
telapak kaki….
yang seperti (telapak
kaki) Airawata, gajah penguasa Taruma (yang) agung dalam….
dan kejayaan”.
Prasasti
Muara Cianten
terletak dimuara Kali
Cianten, Kampung Muara, Desa Ciarteun Hilir, CIbungbulan, Bogor. Inskripsi ini
belum dapat dibaca. Inskripsi ini dipahatkan dalam bentuk “aksara” yang
menyerupai selur-seluran, dan oleh para ahli sisebut aksara ikal.
Prasasti
Jambu (Pasir Koleangkak)
Terletak di sebuah bukit
(pasir) Koleangkak, Desa parakan Muncang, Nanggung, Bogor. Inskripsinya
dituliskan dalam dua baris tulisan dengan aksara pallawa dan bahasa sanskerta.
Isinya sebagai berikut:
“Gajah, mengagumkan dan jujur
terhadap tugasnya, adalah pimpinan manusia yang tiada taranya, yang termashur
Sri Purnawarman, yang sekali waktu (memerintah) di Tarumanegara dan yang baju
zirahna yang terkenal tiada dapat ditembus senjata musuh. Ini adalah sepasang
telapak kakinya, yang senangtiasa berhasil menggempur musuh, hormat kepada para
pangeran, tetapi merupakan duri dalam daging musuh-musuhnya.
Prasasti
Cidanghiang (Lebak)
teletak di tepi kali
Cidanghiang, Desa Lebak, Munjul, Banten Selatan. Dituliskan dalam dua baris
tulisan beraksara pallawa dan bahasa sansekerta.. Isinya sebagai berikut:
“Inilah “tanda” keperwiraan,
keagungan, dan keberanian yang sesungguhnya dari raja Dunia, Yang Mulia
Purnawarman, yang menjadi panji sekalian raja-raja”.
Prasasti
Pasir Awi
Inskripsi ini terdapat di dalam sebuah bukit
bernama Pasir Awi, di kawasan perbukitan Desa Sukamakmur, jonggol, Bogor,
Inskripsi prasasti ini tidak dapat dibaca karna inskripsi ini lebih berupa
gambar (piktograf) dari pada tulisan. Di bagian atas inskripsi terdapat
sepasang telapak kaki.
•
KESIMPULAN
Kerajaan Tarumanegara
mulai berkembang pada abad ke-5 M. Raja yang sangat terkenal adalah
Purnawarman. Ia di kenal sebagai raja yang gagah berani dan tegas. Ia juga
dekat dengan para brahmana, pangeran, dan rakyat. Ia raja yang jujur, adil, dan
arif dalam memerintah. Daerahnya cukup luas sampai kedaerah Banten. Kerajaan
Tarumanegara telah menjalin hubungan dengan kerajaan lain, misalnya dengan
Cina.
•
PENUTUP
Kembali anda telah
menyelesaikan modul!! Selamat untuk usaha anda , anda tentunya telah
mendapatkan pemahaman dan pengertian yang mendalam dari bahas modul ini ,
semangat jika sekiranya anda belum benar paham cobalah baca kembali secara berulang – ulang, anda juga dapat berdiskusi
dengan teman, atau membaca buku sumber lain, boleh juga bertanya kepada guru
anda . Semangat untuk andasemoga hasil dan usaha kalianbelajar akan membawa
kalian sukses. amin
cukup sekian materi yang saya berikan kepada kalian semua, semoga bermanfaat.
wabilahitaufik walhidayah,
wasalamualaikum.wr.wb